Ini kisah cinta ldr-ku yang ke-7, setelah 6 kali gagal dalam
mencintai seseorang yang jauh.. Sebenarnya bukan aku yang tak sanggup,
tapi karena cowoknya aja yang belum pernah ngerasakan gimana LDR itu.
Sekarang aku memiliki pria yang jauh dari pandangan mataku, tapi aku
sangat sayang sama dia, namanya Arry Prasetyo! Berawal dari dunia maya
kami berkenalan, dan berpacaran pun langsung LDR tanpa pernah ketemu
sama sekali, kami pdktnya lumayan lama. Ya jadiannya bulan oktober
tanggal 10 2012, makan hati waktu pertama pacaran, tapi aku cuma bisa
sabar, aku yakin kesabaran itu akan berbuah manis..
Dan apa yang aku harapkan ternyata belum sesuai, aku berfikir jika aku pulang menemuinya dan dia masih cuek dan tak perduli aku akan mundur! Setelah aku pulang dan malam itu malam pertama kalinya jumpa secara langsung dia berubah sangat drastis, aku tak tau karena apa. Dia berubah menjadi sosok pria yang sangat sangat perhatian, selalu ingin bertemu denganku, selalu ingin sama-sama, dan tak ingin pisah! Tapi apa daya? Aku harus kembali lagi untuk sekolah. Dan ketika aku kembali ke tempat dimana aku berada sekarang, dia mulai kembali ke sifat awalnya, cuek. Dan aku pun bersifat cuek karena dia begitu, dia pria yang tidak romantis, tapi pernah dia peluk, cium kening, terus bilang i love you setiap aku habis jalan sama dia, aku bahagia dia bisa seperti itu, dia memelukku sangat erat, seakan tak ingin lepas. Mungkin karena menahan rindu yang berbulan-bulan itu.
Dan kini dia sangat sibuk dengan kerja dan kuliahnya, aku hanya ingin menjadi wanita yang mendampinginya hingga sukses, menjadi wanita yang selalu memberikan semangat untuk dia dan pekerjaannya, dia pernah menangis waktu menelfonku, sebenarnya waktu itu aku juga menangis, kami sama-sama menangis di telpon, dia cuma berharap aku tetap sabar mengerti kesibukannya, tak lelah memberikan dia semangat.
Sudah 1 tahun lebih kami menjalani hubungan LDR ini tanpa pernah ada kata putus, semoga LDR ini tak sia-sia. Aku ingin tunjukkan bahwa cinta yang sesungguhnya bukan cinta yang selalu dekat dari pandangan mata, tapi karena hati kedua yang mencintai benar-benar sanggup bertahan bagaimanapun keadannya! Jauh dekat bukan alasan untuk tidak mencintai tapi kesederhanaan hati menerima keadaan untuk sanggup mencintai ~ “I LOVE YOU SO MUCH ARRY PRASETYO”
Cerpen Karangan: Arbayusanti Putry
Dan apa yang aku harapkan ternyata belum sesuai, aku berfikir jika aku pulang menemuinya dan dia masih cuek dan tak perduli aku akan mundur! Setelah aku pulang dan malam itu malam pertama kalinya jumpa secara langsung dia berubah sangat drastis, aku tak tau karena apa. Dia berubah menjadi sosok pria yang sangat sangat perhatian, selalu ingin bertemu denganku, selalu ingin sama-sama, dan tak ingin pisah! Tapi apa daya? Aku harus kembali lagi untuk sekolah. Dan ketika aku kembali ke tempat dimana aku berada sekarang, dia mulai kembali ke sifat awalnya, cuek. Dan aku pun bersifat cuek karena dia begitu, dia pria yang tidak romantis, tapi pernah dia peluk, cium kening, terus bilang i love you setiap aku habis jalan sama dia, aku bahagia dia bisa seperti itu, dia memelukku sangat erat, seakan tak ingin lepas. Mungkin karena menahan rindu yang berbulan-bulan itu.
Dan kini dia sangat sibuk dengan kerja dan kuliahnya, aku hanya ingin menjadi wanita yang mendampinginya hingga sukses, menjadi wanita yang selalu memberikan semangat untuk dia dan pekerjaannya, dia pernah menangis waktu menelfonku, sebenarnya waktu itu aku juga menangis, kami sama-sama menangis di telpon, dia cuma berharap aku tetap sabar mengerti kesibukannya, tak lelah memberikan dia semangat.
Sudah 1 tahun lebih kami menjalani hubungan LDR ini tanpa pernah ada kata putus, semoga LDR ini tak sia-sia. Aku ingin tunjukkan bahwa cinta yang sesungguhnya bukan cinta yang selalu dekat dari pandangan mata, tapi karena hati kedua yang mencintai benar-benar sanggup bertahan bagaimanapun keadannya! Jauh dekat bukan alasan untuk tidak mencintai tapi kesederhanaan hati menerima keadaan untuk sanggup mencintai ~ “I LOVE YOU SO MUCH ARRY PRASETYO”
Cerpen Karangan: Arbayusanti Putry
00.58
Unknown


0 komentar:
Posting Komentar